Saturday, December 24, 2016

MASYA ALLAH !!! Paspor Dicuri, 107 Orang Gagal Berangkat Umroh




MASYA ALLAH !!! Kawanan maling yang beraksi di kantor travel di wilayah Tanggerang Selatan ini benar-benar tidak takut kualat. Ratusan jamaah gagal menjalankan ibadah umroh ke Tanah Suci, lantaran paspor mereka dicuri dari kantor travel Al Isya, di Jalan Cirendeu Raya, Ciputat, Tangerang Selatan. Parahnya, pelaku pencurian meminta uang tebusan sebesar Rp75 juta bila ingin mendapatkan paspornya kembali.

Hal ini menimpa Eddy Subroto (41). Semua jadwalnya berantakan lantaran ibadah haji kecil yang sudah dijadwalkan tak bisa dilakukan. “Mungkin ini cobaan untuk saya apakah masih bisa bersabar atau tidak,” katanya, Jumat (23/11).

Pasalnya, rencana umroh yang dijadwalkan 8 Desember lalu, harus mundur akibat pencurian paspor. Ia pun berharap perusahaan bertanggung jawab atas permasalahan yang terjadi. “Harapannya ya umroh kami bisa tetap berjalan, meski jadwalnya harus dimundurkan,” ujarnya.

Pemilik Travel Isyanurulbaqi, Alisya Fiane mengatakan, pencurian paspor itu terjadi ketika seorang pria atas nama Andy Syamsudin mendatangi kantornya bersama ketiga rekannya. Pelaku yang sudah kenal dengan petugas kebersihan itu, awalnya dipersilakan masuk. “Hampir seharian itu orang berada di kantor saya,” ujar Fiane.

Ketika petugas kebersihan lengah, pria itu pun mulai melancarkan aksinya. Ia mengambil 107 paspor dari dalam laci kantornya, milik calon jamaah umroh yang akan berangkat 8 Desember kemarin. “Semua paspor calon jamaah dibawa kabur. Namun anehnya hanya paspor yang mereka curi,” tambah Fiane.

Keesokan harinya, lanjut Fiane, Andy mulai meneror dirinya. Bermodalkan 107 paspor yang dicuri, pelaku minta tebusan kepadanya dengan bayaran Rp75 juta. “Karena hal tersebut, saya pun lapor polisi. Dan hingga kini, si pelaku sudah tak bisa dihubungi dan paspor para calon jamaah tak bisa dikembalikan,” ungkapnya.

Itikad baik yang dilakukan Fiane untuk membayar tebusan itu, tak membuahkan hasil. Nomor kontak Andy, hingga kini tak bisa dihubungi dan pelaku tak bisa dilacak keberadaannya. “Kami juga berharap bila ada yang melihat pelaku, untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian,” tambah Fiane.

Akibat pencurian itu pun, Fiane mengaku mengalami kerugian yang cukup besar yang nilainya mencapai ratusan juta. Pasalnya, 107 tiket yang sudah dipesannya hangus, dan pihaknya juga harus membayar uang ganti rugi dengan jumlah utuh kepada para calon jamaah. “Kami berharap polisi bisa segera meringkus pelaku yang hingga kini masih berkeliaran,” ungkapnya.

Back To Top