INFO PENTING! Inilah Cerita Patung-patung di Jakarta


BeneranBerita - Jakarta, sebagai kota metropolitan dengan penduduk sebanyak 10 juta orang, memiliki beberapa patung yang menjadi ikon kota ini.

Patung-patung ini tersebar di berbagai wilayah kota Jakarta.

Patung ini menjadi pelengkap gemerlap jakarta. Patung ini menjadi saksi bisu perubahan jakarta. Patung ini terkadang dilupakan keberadaaannya.

Setiap dari patung ini padahal memiliki sejarah yang penting untuk kamu ketahui.



Berikut ini dapat kamu simak sejarah patung-patung yang ada di Jakarta:

1. Monumen Bundaran HI


Banyak yang menyebut patung ini dengan nama Patung Bunderan HI. Padahal nama sebenarnya patung ini adalah Patung Selamat Datang. Monumen ini berupa patung sepasang manusia yang sedang menggeggam bunga dan melambaikan tangan. Patung ini seperti menyambut orang-orang yang datang dari arah Monumen Nasional (Monas). Sejarahnya pada tahun 1962 Jakarta menyambut tamu-tamu kenegaraan di Bundaran Hotel Indonesia. Ketika itu Presiden Soekarno membangun Monumen Selamat Datang dalam rangka Asian Games IV yang diadakan di Jakarta. Tinggi monumen perunggu ini dari kepala sampai kaki 5 m, sedangkan tinggi keseluruhannya dari kaki hingga tangan yang melambai adalah sekitar 7 m, dan kaki monumen tersebut 10 m. Pembuatan monumen ini dibuat oleh tim pematung keluarga arca pimpinan Edhi Sunarso di Karangwuni. Pembuatannya lumayan lama lho, memakan waktu sekitar satu tahun.

2. Patung Tugu Tani


Nama asli monumen ini adalah Patung Pahlawan, yaitu monumen perunggu dengan figur satu orang pria bercaping dan seorang wanita. Letak monumen ini ada di dekat Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Monumen ini dibuat oleh dua pematung kenamaan Rusia yaitu Matvey Maziner dan Ossip Maziner sebagai hadiah dari pemerintah Uni Soviet atas persahabatannya dengan Indonesia. Ternyata sempat ada polemik mengenai monumen ini. Monumen ini sempat diusulkan untuk dirubuhkan mengingat sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya. Coba perhatikan aja posisi dan bentuk patung tersebut. Ada yang bilang ini merupakan simbol komunisme. Dalam pembuatan monumen ini tampak figur wnita yang merendah dan penurut, sedangkan si pria membusungkan dada, atletis dan berpostur heroik. Tampilan seorang petani berpakaian tentara, lengkap dengan senjata mengacung ke atas dianggap memiliki unsur yang kuat dalam merepesentasikan ideologi kaum komunis. Tapi permintaan untuk merubuhkan monumen ini segera ditolak karena monumen itu merupakan simbol bermakna sejarah perjuangan ideologi bangsa Indonesia.

3. Patung Pancoran


Monumen Dirgantara atau yang lebih dikenal dengan Patung Pancoran ini memiliki posisi yang cukup strategis karena merupakan pintu gerbang menuju Jakarta bagi para pendatang yang baru saja mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma. Ide pembuatan patung ini dari Presiden Soekarno yang menghendaki agar dibuatkan sebuah monumen mengenai dunia penerbangan Indonesia atau kedirgantaraan. Monumen ini menggambarkan manusia angkasa yang memiliki semangat keberanian bangsa Indonesia untuk menjelajah angkasa. Patung ini akhirnya dapat selesai pada akhir tahun 1966. Pengerjaannya sempat mengalami keterlambatan karena peristiwa Gerakan 30 September PKI pada tahun 1965. Tangan patung ini menunjuk ke arah Kemayoran, tempat bandar udara sebelum Cengkareng.

4. Patung Bundaran Senayan


Monumen ini memiliki nama panggilan yang unik yaitu Patung Pizza-Man. Mungkin karena kelihatannya si patung ini seperti sedang membayangkan seloyang pizza. Sebenarnya monumen ini bernama Patung Pemuda Membangun. Letaknya masih di sekitaran Senayan kok gak jauh dari pertokoan Ratu Plaza. Keberadaan patung ini bertujuan untuk mendorong semangat membangun yang pada hakekatnya harus dilakukan oleh para pemuda atau orang-orang yang berjiwa muda. Monumen ini niatnya diresmikan bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda yaitu 28 Oktober 1971, namun karena ada keterambatan akhirnya monumen ini baru bisa diresmikan pada bulan Maret 1972. Seluruh pendanaan pembuatan monumen ini didanai oleh perusahaan minyak yang saat ini bernama Pertamina.

5. Patung Sudirman


Patung ini berlokasi di satu garis lurus yang berujung di Patung Pemuda Membangun di Senayan sampai Tugu Monas. Biaya pembangunan patung ini menelan dana sekitar 6,6 miliar rupiah dan berasal dari pengusaha bukan dari APBD DKI Jakara. Sebagai kompensasinya pengusaha mendapat dua titik reklame di lokasi strategis Dukuh Atas yang menurut kalangan penyelenggara reklame, titik tersebut sangat strategis dan nilai jualnya paaling mahal. Rencananya patung ini mau diresmikan 22 Juni 2003 bertepatan dengan HUT ke-476 Jakarta, namun molor hingga baru bisa diresmikan pada tanggal 16 Agustus 2003.

6. Monumen Kuda


Patung ini memiliki nama asli Patung Arjuna Wijaya atau patung Asta Brata. Patung ini berbentuk Kereta Kuda dengan air mancur yang terbuat dari tembaga yang terletak di persimpangan jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka. Patung ini dirancang oleh maestro pematung Indonesia asal Tabanan, Bali yaitu Nyoman Nuarta. Patung ini dibangun sekitar tahun 1987 seusai lawatan kenegaraan Presiden Indonesia Soeharto dari Turki. Patung Arjuna Wijaya ini menggambarkan sebuah adegan dalam kisah klasik Mahabharata, di mana dua tokoh dari kubu Pandawa yaitu Arjuna yang menggenggam busur panah dan Batara Kresna yang menjadi sais sedang menaiki kereta perang berkepala garuda yang ditarik delapan ekor kuda yang melambangkan delapan filsafat kepemimpinan "Asta Brata". Keduanya digambarkan sedang berada dalam situasi pertempuran melawan Adipati Karna yang berasal dari kubu Kurawa.

7. Patung Lapangan Banteng


Patung ini nama aslinya adalah Patung Pembebasan Irian Barat. Patung ini dibangun pada tahun 1962 ini ide dasarnya berasal dari Presiden Soekarno dan diterjemahkan dalam bentuk sketsa oleh Henk Ngantung yang merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu. Pembuatan patung ini memakan waktu kurang lebih 12 bulan. Monumen ini merupakan monumen pembebasan Irian Barat yang diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1963.

Gimana? Setelah tahu sejarah patung-patung di Jakarta ini, Anda jadi ingin mengunjunginya tidak? Yuk, kita foto-foto di patung-patung yang ada di Jakarta.

0 Response to "INFO PENTING! Inilah Cerita Patung-patung di Jakarta"

Post a Comment